Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha.
Moskow (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran telah meminta pertemuan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (30/6) di Doha, Qatar.
“Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha,” kata Trump melalui platform media sosial Truth Social, Senin (29/6).
Mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, pertemuan tersebut disebut akan membahas isu pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membantah laporan mengenai rencana pembicaraan teknis antara Teheran dan Washington.
"Tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang dijadwalkan untuk minggu ini. Meskipun demikian, konsultasi dengan Qatar—termasuk mengenai pemenuhan kewajiban pihak lain berdasarkan memorandum—terus berlanjut,” kata Gharibabadi, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Ia menambahkan laporan media mengenai pembicaraan teknis di Doha masih belum dapat dikonfirmasi.
Meski demikian, Gharibabadi mengatakan Iran dan Amerika Serikat akan menggelar pertemuan teknis setelah kedua pihak mencapai kesepakatan mengenai waktu dan lokasi pelaksanaannya.
Menurut dia, konsultasi terkait agenda tersebut masih berlangsung melalui perantara.
Sebelumnya, pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum secara daring yang mengatur penghentian konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.
Kesepakatan itu juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Teheran berkomitmen memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam memorandum tersebut, Iran juga menyatakan tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Adapun pembahasan mengenai program nuklir Iran akan dilakukan melalui perjanjian terpisah.
Kedua negara dijadwalkan melanjutkan perundingan mengenai isu tersebut dalam waktu 60 hari, dengan Iran berharap proses itu berujung pada pencabutan sanksi yang diberlakukan terhadap negaranya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026